, ,

Revitalisasi Lima Gapura, Kota Batu Perkuat Identitas dan Pesona Wisata

oleh -2183 Dilihat

Gapura Baru, Wajah Baru: Kota Batu Bakal Revitalisasi Lima Gerbang Wisatanya

Kota Batu-  Sebagai destinasi wisata primadona di Jawa Timur, Kota Batu terus berkomitmen untuk meningkatkan pesona dan kenyamanannya. Dalam upaya memperkuat identitas dan memberikan kesan pertama yang memukau, Pemerintah Kota Batu mengumumkan rencana besar untuk revitalisasi lima gapura perbatasan yang menjadi pintu gerbang masuk ke kota ini.

Revitalisasi Lima Gapura, Kota Batu Perkuat Identitas dan Pesona Wisata
Revitalisasi Lima Gapura, Kota Batu Perkuat Identitas dan Pesona Wisata

Baca Juga : Surga Wisata Hijau ke Negeri Cahaya Menyingkap Pesona Malam Kota Batu yang Memesona

Proyek ambisius ini tidak sekadar soal pengecatan ulang atau perbaikan kecil. Ini adalah sebuah transformasi menyeluruh yang bertujuan untuk menciptakan landmark ikonik yang mencerminkan jiwa dan keindahan Batu, sehingga setiap wisatawan yang melintas langsung disambut oleh simbol kemegahan kota wisata.

Lima Gerbang Menuju Surga Wisata

Kelima gapura yang akan mendapatkan sentuhan baru tersebut terletak di titik-titik strategis yang menjadi akses utama menuju Batu. Titik-titik tersebut adalah:

  • Gerbang Barat: Menyambut para pelancong dari arah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

  • Gerbang Selatan: Menjadi pintu masuk dari arah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

  • Gerbang Utara: Menyambut pengunjung yang datang dari Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.

Dengan menjangkau semua sisi ini, diharapkan tidak ada satu pun jalur masuk ke Batu yang terlewat, memastikan pengalaman visual yang konsisten dan memikat bagi semua pengunjung.

Dari Yang Biasa Menjadi Luar Biasa

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengungkapkan bahwa kondisi gapura yang ada saat ini dinilai sudah kurang terawat dan terkesan umum, sehingga tidak lagi merepresentasikan keunikan Batu.

“Gapura adalah wajah pertama yang dilihat oleh setiap orang yang datang ke kota kita. Kami ingin wajah itu mencerminkan keindahan dan karakter Batu yang sebenarnya. Konsepnya akan mengangkat tema-tema lokal yang kuat, seperti keindahan bunga yang menjadi salah satu ikon utama kita,” jelas Heli.

Rencananya, revitalisasi tidak hanya berhenti pada gapura itu sendiri. Kawasan di sekitarnya juga akan ditata ulang dengan memperindah taman dan memasang lampu hias artistik, menciptakan sebuah area penyambutan yang integratif dan instagenik.

Konsep Berkelanjutan dengan Nuansa Local Wisdom

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aduan Fachroni, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah gambaran konsep untuk proyek ini. Konsep-konsep ini dirancang untuk lebih dari sekadar indah dipandang.

“Kami tidak ingin asal membuat gapura yang megah. Desainnya akan memuat elemen-elemen khas Batu yang kaya, mulai dari buah, bunga, hingga motif budaya lokal yang sarat makna. Yang terpenting, kami berkomitmen penuh untuk menerapkan konsep yang ramah ekologi dan berkelanjutan dalam material maupun pengelolaannya,” tegas Fachroni.

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu juga mengonfirmasi bahwa saat ini timnya masih berada dalam tahap penyusunan kajian mendalam untuk menentukan tema spesifik untuk masing-masing gapura. Dengan proses perencanaan yang matang yang ditargetkan selesai tahun ini, eksekusi fisik pembangunan gapura baru diharapkan dapat segera dimulai pada tahun depan.

Menyambut Masa Depan dengan Konsep yang Menarik

Pemerintah Kota Batu tidak setengah-hati dalam mewujudkan rencana ini. Selanjutnya, tim perencana tengah menggali berbagai ide kreatif untuk memastikan setiap gapura memiliki cerita dan karakter unik. Sebagai contoh, gapura di sisi barat yang menghadap Pujon mungkin akan mengusung tema “Kawasan Agrowisata” dengan ornamen buah dan sayuran segar. Sementara itu, gapura utara yang menuju Mojokerto dan Pasuruan bisa saja menampilkan “Dewa-dewi Jawa” atau motif candi untuk menyoroti kekayaan sejarahnya.

Mendorong Partisipasi dan Dampak Positif

Tak hanya berfokus pada desain, pemerintah juga membuka ruang untuk keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata akan menggelar lokakarya dan menerima masukan dari para pelaku usaha, seniman lokal, dan komunitas. Dengan demikian, hasil akhir nanti benar-benar menjadi kebanggaan bersama dan mencerminkan semangat kolaborasi.

Selain itu, proyek ini diyakini akan memberikan dampak berganda yang signifikan. Akibatnya, area sekitar gapura yang sebelumnya hanya sebagai tempat berlalu lalang, akan bertransformasi menjadi titik berkumpul yang baru. Lebih jauh lagi, pedagang kecil dan usaha mikro di sekitarnya berpotensi menikmati peningkatan kunjungan, yang secara langsung akan menggerakkan perekonomian warga.

Menuju Eksekusi yang Tepat Sasaran

Kini, semua pihak terkait bergerak cepat untuk menyelesaikan tahap perencanaan. Setelah itu, proses lelang dan pemilihan mitra pelaksana akan segera menyusul. Pada akhirnya, target untuk memulai pembangunan fisik pada tahun depan tetap menjadi prioritas utama.

Singkatnya, revitalisasi lima gapura ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur biasa.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.