, ,

Pipa Transmisi Utama Retak, Pasokan Air Warga Kota Batu Terganggu

oleh -1966 Dilihat

Pipa Air Utama Pecah di Kota Batu, Puluhan Titik Alami Gangguan Pasokan

Berita Batu- Warga di sepuluh wilayah di Kota Batu mengalami gangguan pasokan air bersih pada Rabu pagi setelah sebuah pipa transmisi utama mengalami keretakan. Kejadian yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu langsung memicu respons cepat dari tim teknik PDAM untuk melakukan perbaikan darurat.

Pipa Transmisi Utama Retak, Pasokan Air Warga Kota Batu Terganggu
Pipa Transmisi Utama Retak, Pasokan Air Warga Kota Batu Terganggu

Baca Juga : Mereka Berduka tapi Menjadi Penjaga Perdamaian Pelajaran Berharga dari Ojol Batu

Insiden ini berpusat di kawasan Jalan Terusan Metro, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. Pipa berukuran 6 dim (inci) yang menjadi urat nadi distribusi air itu pecah akibat pergerakan tanah yang tidak stabil di lokasi tersebut.

Daftar Lengkap Wilayah yang Terganggu

Gangguan distribusi air ini dirasakan secara luas. Selain kawasan di sekitar lokasi kejadian, seperti Sumber Ngesong hingga tandon penampung di Jalan Ikhwan Hadi, wilayah lain yang turut terdampak antara lain:

  1. Jalan Terusan Metro

  2. Jalan Metro

  3. Sebagian Dusun Santrean

  4. Jalan Lesti

  5. Jalan Ikhwan Hadi

  6. Jalan Abdur Rahman

  7. Jalan Sudarno

  8. Jalan Darsono

  9. Sebagian Jalan Panglima Sudirman

  10. Sebagian Jalan Suropati

Penyebab Pecahnya Pipa dan Langkah Mitigasi

Menurut Wahyudin, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Teknik Perumdam Among Tirto, penyebab utama insiden ini adalah pergerakan tanah. Diduga, getaran dan tekanan yang terus-menerus dari kendaraan berat yang melintas di atasnya membuat tanah bergeser dan menekan pipa.

“Pipa tersebut posisinya berada di area dengan beban aliran air yang cukup tinggi. Tekanan dari luar tanah yang bergerak akhirnya membuat pipa tidak mampu menahan beban dari dalam dan luar secara bersamaan, sehingga menyebabkan pecah,” jelas Wahyudin, yang akrab disapa Udin.

Tim teknik segera melakukan kajian cepat dan melakukan perbaikan dengan mengganti bagian pipa yang rusak dengan yang baru. Tidak hanya itu, untuk memperkuat struktur dan mencegah terulangnya kejadian serupa, dilakukan langkah-langkah penguatan dasar.

“Kami melakukan pengurukan dengan pasir setebal 10 sentimeter di area pipa yang baru dipasang. Fungsi pasir ini adalah sebagai bantalan yang dapat menyerap getaran dan mengurangi dampak pergeseran tanah, baik yang berasal dari tekanan lalu lintas di atas maupun pergerakan alami tanah,” tambah Udin.

Proses Perbaikan dan Pemulihan Layanan

Proses perbaikan fisik pipa yang rumit berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yaitu sekitar empat jam. Namun, layanan air bersih tidak serta merta langsung normal pascaperbaikan.

Tim membutuhkan waktu tambahan sekitar delapan jam untuk melakukan proses normalisasi sistem distribusi. Proses ini mencakup pengisian air ke dalam pipa utama, pengusiran udara (bleeding), serta pengecekan kebocoran untuk memastikan tidak ada masalah lain. Akibatnya, air baru dapat mengalir lancar ke seluruh wilayah terdampak sekitar pukul 14.00 WIB.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup melelahkan, sekarang aliran air sudah normal kembali secara keseluruhan,” ujar Udin meyakinkan.

Komitmen Jangka Panjang untuk Mencegah Pengulangan

Menyadari kerentanan lokasi tersebut, Perumdam Among Tirto tak hanya melakukan perbaikan reaktif. Mereka telah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang yang lebih robust.

“Ke depannya, kami akan menambah ketebalan pengurukan pasir hingga 15-20 sentimeter. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lapisan penyangga yang lebih tebal dan kuat, sehingga pipa air tidak akan langsung bersentuhan dengan permukaan aspal dan getaran dari kendaraan. Diharapkan, ini dapat meminimalkan risiko kerusakan pipa yang sama di masa yang akan datang,” pungkas Wahyudin menutup penjelasan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.