, ,

Pemkot Batu Konfirmasi Rehabilitasi Total Stadion Gelora Brantas Pada 2026

oleh -1146 Dilihat

Stadion Gelora Brantas Akhirnya Akan Diperbarui, Target Selesai 2026 untuk Standar Nasional

Kota Batu- Setelah sekian lama dinantikan, kabar gembira akhirnya datang bagi dunia olahraga Kota Batu. Pemerintah Kota Pemkot Batu secara resmi Konfirmasi komitmennya untuk merehabilitasi total Stadion Gelora Brantas pada tahun 2026 mendatang. Janji ini merupakan angin segar setelah rencana serupa harus tertunda pada tahun ini.

Pemkot Batu Konfirmasi Rehabilitasi Total Stadion Gelora Brantas Pada 2026
Pemkot Batu Konfirmasi Rehabilitasi Total Stadion Gelora Brantas Pada 2026

Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis di Kota Batu Dihentikan Sementara Diduga Ada Masalah Kualitas

Rehabilitasi besar-besaran ini rencananya akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2026. Untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pekerjaan, Pemkot juga tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan permohonan bantuan pendanaan tambahan dari Pemerintah Pusat melalui APBN.

Mengapa Rehabilitasi Tertunda?

Sebenarnya, pada tahun 2024 ini, telah dianggarkan dana sebesar Rp 200 juta untuk perbaikan stadion. Namun, niat tersebut harus terpaksa dipending karena Stadion Gelora Brantas ditetapkan sebagai salah satu venue penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Alih-alih rehab besar, pemkot hanya dapat melakukan perawatan ringan seperti pengecatan ulang untuk kebutuhan penyelenggaraan event tersebut.

Padahal, masalah utama stadion ini terletak pada kondisi lapangan rumputnya yang dinilai sudah sangat tidak layak. Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, terutama kalangan atlet dan pelatih.

Kondisi Lapangan yang Mengkhawatirkan dan Suara dari Ahli

Kritik pedas terhadap kondisi Stadion Gelora Brantas disampaikan oleh Direktur Teknik Asosiasi Provinsi (Aprov) PSSI Jawa Timur, Joko Susilo. Menurutnya, rumput di stadion tersebut sama sekali tidak memenuhi Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku untuk pertandingan sepak bola.

“Tekstur rumput yang tidak rata sangat menghambat pergerakan bola. Pemain akan kesulitan mengontrol umpan dan membaca arah laju bola. Bahkan, kondisi ini berpotensi tinggi menyebabkan cedera serius jika pemain terjatuh,” ungkap Joko, yang juga mantan Pelatih Arema FC.

Ia mengaku sering menerima keluhan dari pemain tim tamu yang merasa tidak nyaman dan was-was ketika harus bertanding di Stadion Gelora Brantas.

Komitmen Wali Kota untuk Masa Depan Olahraga Batu

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan komitmennya untuk segera membenahi keadaan. Ia berjanji akan memberikan fasilitas olahraga yang layak dan berkualitas bagi para atlet Kota Batu.

“Fasilitas penunjang yang memadai adalah kunci untuk mendongkrak prestasi dan motivasi atlet. Rehabilitasi Stadion Gelora Brantas tidak hanya untuk kepentingan lokal, tetapi kami siapkan untuk dapat menyelenggarakan even olahraga berstandar nasional, bahkan internasional ke depannya,” tegas Nurochman.

Rencana ini juga selaras dengan visi besar Wali Kota untuk mewujudkan Kota Batu sebagai sport tourism center pada tahun 2027. Rehabilitasi stadion menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan mimpi besar tersebut.

Langkah Konkret Menuju Rehabilitasi

Saat ini, proses persiapan telah dimulai. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu, Arief As Shiddiq, memastikan bahwa timnya sedang melakukan tinjauan mendalam terhadap Detail Engineering Design (DED) atau Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) stadion.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan dan validasi terhadap dokumen perencanaan teknis. Tujuannya agar nantinya semua pengerjaan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. Proses identifikasi ini juga penting untuk meminimalkan risiko kegagalan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya,” jelas Arief.

Terkait pendanaan, Disperkim menyiapkan dua skenario. Opsi pertama adalah pembiayaan penuh melalui APBD 2026. Opsi kedua adalah dengan skema kerjasama, dimana sebagian dana berasal dari APBD Kota Batu dan sebagian lagi diharapkan dari bantuan Pemerintah Pusat melalui APBN.

“Yang pasti, selama proses perencanaan hingga pelaksanaan, kami akan terus berkoordinasi dan melibatkan KONI Kota Batu untuk mendapatkan masukan yang komprehensif dari para ahli olahraga,” pungkas Arief.

Dengan demikian, harapan untuk memiliki stadion yang representatif bagi atlet dan masyarakat Kota Batu semakin nyata. Semua mata kini tertuju pada realisasi janji rehabilitasi ini, menanti transformasi Stadion Gelora Brantas menjadi kebanggaan baru.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.