KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Tahun ini, lima desa di Kota Batu akan menerima Bantuan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan (P2B) yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Ir. Siti Hanik, menjelaskan bahwa program P2B ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mengembangkan pertanian ramah lingkungan.
Adapun kelima desa yang akan menerima bantuan P2B tersebut adalah Desa Pandanrejo, Desa Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Desa Punten, dan Desa Beji.
Fokus pada Pertanian Organik dan Diversifikasi Tanaman
Misalnya, selain apel sebagai ikon Kota Batu, mereka juga bisa mengembangkan sayuran organik, buah naga, atau tanaman herbal yang punya nilai jual tinggi,” jelas Siti Hanik.

Baca juga: Dishub Kota Batu Bakal Pasang Convex Mirror di 12 Titik Rawan Kecelakaan
Bantuan yang diberikan mencakup bibit unggul, pupuk organik, alat pertanian modern, dan instalasi irigasi hemat air. Selain itu, para petani akan mendapatkan pendampingan teknis mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil panen.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menegaskan bahwa P2B diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan. “Pertanian berkelanjutan akan menjaga kesuburan tanah, mengurangi pencemaran air, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Ini investasi jangka panjang untuk generasi mendatang,” kata Dewanti.
Pemerintah Kota Batu juga telah menggandeng perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mendukung inovasi teknologi pertanian.
Antusiasme Petani
Para petani penerima bantuan menyambut positif program ini. Slamet, Ketua Kelompok Tani Desa Pandanrejo, mengaku optimistis P2B dapat membantu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi. “Kalau pakai pupuk organik dan teknik baru, tanah lebih subur dan hasilnya lebih bagus. Pasarnya juga banyak yang cari produk organik,” ujarnya.





