Dari Ladang ke Kehidupan: BNN Kota Batu Perangi Narkoba dengan Program Bertani yang Memberdayakan
Kota Batu- Inovasi terbaru dalam upaya pemberantasan narkoba datang dari cara yang tak terduga: bertani. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu meluncurkan program life skill berbasis pertanian yang dirancang bukan hanya untuk memutus mata rantai peredaran Ladang gelap narkoba, tetapi juga untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Baca Juga : Revitalisasi Lima Gapura, Kota Batu Perkuat Identitas dan Pesona Wisata
Program yang visioner ini menargetkan dua kelompok utama: para mantan pecandu yang sedang dalam proses pemulihan dan membutuhkan penopang hidup baru, serta warga masyarakat yang rentan secara ekonomi dan memerlukan tambahan penghasilan.
Bulukerto sebagai Pilot Project yang Menjanjikan
Langkah pertama program ini akan diujicobakan di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Pemilihan lokasi ini merupakan bagian dari strategi yang matang. “Sebenarnya ada empat desa yang kita proyeksikan untuk kegiatan ini. Namun, untuk memastikan kesuksesan dan keberlanjutannya, kita fokuskan dulu pengembangannya di Desa Bulukerto sebagai percontohan,” jelas Kepala BNN Kota Batu, AKBP Reni Puspita, dengan penuh antusias.
Reni menekankan bahwa misi sebesar ini tidak dapat dijalankan oleh BNN sendirian. Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Kekuatan Kolaborasi: Membangun Jaringan Anti Narkoba
Program ini adalah sebuah upaya kolektif yang melibatkan banyak pihak. BNN Kota Batu berhasil menyatukan kekuatan dengan Polres Batu, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Batu, PWI Malang Raya, Tim Penggerak PKK Kota Batu, Pemerintah Desa Bulukerto, hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Yang paling membanggakan, program ini juga mendapat dukungan nyata dari sektor swasta. Rencananya, akan ada beragam pelatihan seperti budidaya lele, penanaman bibit bunga dan buah, hingga pengolahan sampah yang bernilai ekonomis,” tambah Reni. Dukungan ini menunjukkan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama.
Lebih dari Sekadar Bertani: Program Komprehensif untuk Desa Bersih Narkoba
Program bertani hanyalah satu bagian dari serangkaian intervensi komprehensif yang digulirkan BNN di Bulukerto. Strategi mereka mencakup:
-
Payung Hukum: Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) khusus untuk P4GN.
-
Deteksi Dini: Pelaksanaan tes urine untuk memetakan dan mencegah penyalahgunaan sedini mungkin.
-
Pemberdayaan Masyarakat: Aktivasi penggiat dan relawan anti narkoba, serta pelaksanaan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).
-
Pemulihan: Pembentukan Agen Pemulihan (AP) untuk mendampingi mantan pecandu.
-
Sumber Informasi: Pembentukan ‘Pojok BNN’ sebagai pusat edukasi dan informasi bagi warga.
Apresiasi dari Kepolisian: Mengatasi Penyebab Utama
Kasat Reserse Narkoba Kota Batu, Iptu Bobby Abadi Rustam, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inisiatif BNN ini. Menurutnya, program ini tepat sasaran karena menyentuh salah satu faktor fundamental penyebab peredaran narkoba.
“Salah satu pemicu utama adalah kemiskinan dan pengangguran. Tidak jarang, orang terjerumus narkoba karena tekanan ekonomi atau untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi. Ini memotong masalah dari akarnya,” tegas Bobby.
Dengan pendekatan yang holistik dan penuh empati ini, BNN Kota Batu tidak hanya menangkap pengedar, tetapi juga menyembuhkan masyarakat dengan memberikan harapan, pekerjaan, dan masa depan yang lebih cerah dari atas tanah yang mereka garap sendiri.





