Pemkot Batu Ajukan Tambahan 7 Guru ke Pemerintah Pusat untuk Penuhi Kekurangan di Sekolah Rujukan (SR)
Batu, Jawa Timur – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengajukan permohonan tambahan 7 formasi guru ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Rujukan (SR) wilayahnya. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kekurangan guru di tiga SR unggulan Kota Batu.
Detail Kekurangan Guru
✔ Sekolah yang terdampak:
-
SDN Ngaglik 1 (kurang 2 guru kelas)
-
SMPN 1 Batu (kurang 3 guru mapel: Matematika, IPA, Bahasa Inggris)
-
SMAN 1 Batu (kurang 2 guru: Fisika & Kimia)
✔ Penyebab:
-
Mutasi pensiun (4 orang)
-
Kenaikan rombongan belajar (3 kelas baru)
Dampak ke Siswa
⚠ Beban mengajar guru meningkat (30-40 jam/minggu)
⚠ Pembelajaran praktikum IPA terhambat
⚠ Program unggulan SR seperti riset siswa terganggu
Upaya Sementara Pemkot
-
Guru honorer dari sekolah sekitar
-
Team teaching antar guru
-
E-learning untuk mapel tertentu

Baca juga: Dinginnya Batu, Hangatnya Soto! Ini Dia 5 Rekomendasi Soto di Batu yang Wajib Dicoba
Proses Pengajuan Formasi
-
Berkas sudah masuk Kemendikbudristek (20/7)
-
Verifikasi oleh BKN Agustus 2024
-
Pengumuman CPNS Oktober 2024 (jika disetujui)
Respons Pemkot Batu
Kadis Pendidikan Batu, Drs. H. Imam Suyitno, M.Pd.:
“Kami prioritaskan guru bersertifikasi dan berpengalaman untuk menjaga kualitas SR.”
Statistik Guru di Batu
📌 Total kebutuhan 2024: 15 guru
📌 Sudah terpenuhi: 8 guru (lewat mutasi internal)
📌 Rasio guru-siswa SR saat ini: 1:28 (standar nasional 1:20)
📌 Sekolah Rujukan di Batu:
-
SDN Ngaglik 1
-
SMPN 1 Batu
-
SMAN 1 Batu
Pemkot Batu berharap tambahan guru ini bisa mengembalikan kualitas pembelajaran optimal di SR. Orang tua dan siswa menanti realisasi cepat dari pusat agar program unggulan sekolah tidak terganggu.
#GuruUntukBatu #PendidikanMajulah #SekolahRujukan





