Bromo Sunset Music and Culture: Strategi Inovatif Pemkab Probolinggo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo meluncurkan festival “Bromo Sunset Music and Culture” sebagai terobosan baru dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Acara yang digelar di kawasan Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) ini menggabungkan keindahan alam, seni budaya lokal, dan musik kontemporer untuk menciptakan pengalaman wisata yang unik.
Konsep Festival yang Memadukan Alam dan Budaya
Festival ini menawarkan pengalaman “3-in-1” bagi pengunjung:
-
Sunset di Bromo – Menikmati panorama matahari terbenam dari Penanjakan atau Seruni Point dengan pemandangan Gunung Bromo yang ikonik.
-
Pertunjukan Musik – Menampilkan artis lokal dan nasional dengan genre yang beragam, dari jazz hingga musik tradisional Tengger.
-
Pameran Budaya Tengger – Pengunjung dapat melihat tarian adat, kuliner khas, dan kerajinan tangan masyarakat setempat.
Target dan Dampak Ekonomi
Pemkab Probolinggo menargetkan:
✔ 10.000 wisatawan dalam gelaran perdana
✔ Peningkatan 30% kunjungan ke Bromo pasca-festival
✔ Pemberdayaan UMKM lokal melalui penjualan produk dan kuliner
✔ Penciptaan lapangan kerja bagi pemandu wisata, penginapan, dan transportasi
“Kami ingin Bromo tidak hanya dikenal sebagai destinasi alam, tapi juga pusat seni dan budaya,” ujar Bupati Probolinggo, H. Puput Tantriana Sari.

Baca juga: O2SN 2025 Kota Kediri: 28 Atlet Karate SMP Adu Kemampuan, Siapkan Wakil ke Provinsi
Strategi Pemasaran Digital
Untuk menjangkau generasi muda, Pemkab Probolinggo mengoptimalkan:
📌 Kampanye #BromoSunsetFest di Instagram dan TikTok
📌 Kolaborasi dengan influencer travel (@doyanjalan, @wisatabromo_)
📌 Virtual tour via YouTube untuk menarik minat calon wisatawan
📌 Paket promo bundling (tiket masuk + konser + penginapan)
Keunggulan Dibanding Festival Lain
-
Lokasi eksklusif – Hanya di Bromo pengunjung bisa menikmati sunset sambil mendengar alunan musik live.
-
Kearifan lokal kuat – Budaya Tengger menjadi daya tarik utama, bukan sekadar hiburan tambahan.
Respons Positif dari Wisatawan Bromo Sunset Music
Beberapa pengunjung awal mengungkapkan kekaguman:
“Ini pengalaman pertama saya lihat konser di atas ketinggian dengan pemandangan Bromo. Spektakuler!” — Rina, wisatawan asal Surabaya.
“Senang bisa sekaligus belajar budaya Tengger sambil menikmati musik,” kata Andika, backpacker asal Malaysia.
Rencana Pengembangan Bromo Sunset Music
Ke depannya, festival ini akan:
-
Menambah fasilitas glamping untuk pengalaman menginap yang unik
-
Memperluas kolaborasi internasional dengan festival serupa di luar negeri
Tips untuk Pengunjung
-
Booking tiket early bird – Harga lebih murah dan kuota terbatas.
-
Bawa jaket tebal – Suhu di Bromo saat sunset bisa di bawah 15°C.
-
Manfaatkan shuttle bus – Untuk mengurangi kemacetan di kawasan.
Penutup: Bromo Bukan Hanya Sunrise
Melalui Bromo Sunset Music and Culture, Pemkab Probolinggo membuktikan bahwa destinasi wisata bisa dikemas dengan cara kreatif. Dengan menggabungkan keindahan alam, seni, dan teknologi, festival ini diharapkan bisa menjadi calendar event wajib bagi pecinta wisata di Indonesia.





