Bapenda Kota Batu Intensifkan Pengawasan Restoran Hingga Malam Hari untuk Cegah Manipulasi Omzet
BATU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu meningkatkan pengawasan operasional restoran hingga malam hari guna memantau potensi manipulasi omzet yang dapat merugikan pendapatan asli daerah (PAD). Langkah ini menyusul temuan selisih omzet yang signifikan antara laporan resmi restoran dengan hasil pemantauan lapangan.
Fokus Pengawasan
✔ Restoran Wisata: Khususnya di kawasan Jalan Diponegoro dan Selecta
✔ Jam Operasional: Pemantauan hingga pukul 22.00 WIB (sebelumnya hanya sampai 17.00 WIB)
✔ Metode Pengawasan:
-
E-monitoring via aplikasi SIAP PAD (Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan)
-
Pemeriksaan fisik buku transaksi dan kasir digital
-
Uji sampling pembandingan data dengan rekam jejak bank
Temuan Awal
-
5 restoran besar diduga underreporting omzet hingga 30-40%
-
Pola manipulasi berupa:
-
Pencatatan transaksi ganda
-
Pembukuan terpisah untuk pembayaran tunai
-
Diskon fiktif
-

Sanksi Tegas
-
Restoran nakal berpotensi terkena:
-
Denda administratif 2% dari omzet yang tidak dilaporkan
-
Pencabutan izin usaha jika pelanggaran berulang
-
Pemublikasian nama sebagai efek jera
-
Inovasi Pengawasan
Bapenda meluncurkan 3 strategi baru:
-
AI Revenue Tracking: Sistem kecerdasan artifisial analisis pola transaksi
-
Mystery Shopper: Petugas menyamar sebagai pembeli untuk verifikasi
-
Reward Pelapor: Insentif 10% dari temuan bagi whistleblower
Target 2025
-
Kepatuhan restoran meningkat dari 65% menjadi 85%
-
Penerimaan pajak sektor kuliner naik Rp15 miliar
Respons Pelaku Usaha:
Ketua Asosiasi Restoran Kota Batu mengaku mendukung, tapi minta sosialisasi lebih intensif.
Laporan Pelanggaran:
☎️ Call Center Bapenda 1500-333
📱 Aplikasi LAPOR! Pajak Batu
Pengawasan ketat ini menegaskan komitmen Pemkot Batu menciptakan iklim usaha sehat dan kontribusi PAD optimal.
Bapenda juga menggandeng platform pesan-antar seperti GrabFood dan GoFood untuk cross-check data transaksi digital. “Kerja sama dengan mitra teknologi membantu kami mendapatkan gambaran riil omzet restoran,” tegas Kepala Bapenda, Drs. H. Ahmad Faisal, MM. Langkah ini diharapkan menutup celah manipulasi di era transaksi cashless.





