, ,

Bahan Bangunan ke Karya Seni Inovasi Tomi Adi Winarko Mengubah Hebel Jadi Lampu Mewah

oleh -400 Dilihat

Dari Material Bangunan ke Mahakarya Seni: Kisah Tomi Adi Winarko Mengukir Mimpi dengan Bata Ringan di Kota Batu

Berita Batu- Bata ringan, atau hebel, dikenal luas sebagai material praktis untuk mendirikan dinding rumah. Namun, di tangan seorang visioner asal Kota Batu, Jawa Timur, material abu-abu ini mengalami transformasi ajaib menjadi karya seni bernilai tinggi yang memukau. Dialah Tomi Adi Winarko (38), seorang seniman yang telah mengangkat derajat bata ringan dari sekadar bahan bangunan menjadi objek dekorasi mewah dan lampu hias yang diminati hingga mancanegara.

Bahan Bangunan ke Karya Seni Inovasi Tomi Adi Winarko Mengubah Hebel Jadi Lampu Mewah
Bahan Bangunan ke Karya Seni Inovasi Tomi Adi Winarko Mengubah Hebel Jadi Lampu Mewah

Baca Juga : Komitmen Kuat Kemensos Perbaiki Kekurangan Sekolah Rakyat Prabowo

Lulusan Seni Desain Universitas Negeri Malang (UM) ini memulai perjalanan kreatifnya pada 2011 dari sebuah galeri sederhana berukuran 2×10 meter. Dengan ketekunan dan visi yang kuat, Tomi membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari material yang paling tak terduga.

Berawal dari Kelangkaan, Lahirlah Sebuah Inovasi

Kisah inovasi Tomi tidak lepas dari akar budaya tempat ia tinggal. Dusun Rejoso, kampung halamannya, dikenal sebagai sentra pengrajin alat dapur, terutama cobek batu. Namun, tren mulai berubah. “Bahan Bangunan batu semakin sulit didapat dan harganya pun mahal. Banyak pengrajin akhirnya beralih ke kayu,” tutur Tomi saat ditemui di galeri SMOT-nya, Rabu (10/9/2025).

Dari tantangan inilah, sebuah ide brilian muncul. “Saya lalu terpikir untuk mencoba material yang lebih mudah didapat, yaitu bata ringan. Saya coba ukir dan eksplor, ternyata teksturnya sangat bagus dan mudah dibentuk,” sambungnya. Perjalanan itu tentu tidak instan. Proses trial and error yang panjang ia lalui untuk menemukan teknik ukir, ketebalan material, dan finishing yang tepat agar karya tidak mudah pecah dan terlihat elegan.

Dari Dianggap Aneh hingga Diburu Pasar Internasional

Pada awalnya, karya-karya Tomi banyak yang mengernyitkan dahi. Bentuk dan visualnya dianggap tidak lazim. Namun, seiring waktu, estetika yang ia tawarkan justru menemukan pasarnya. Keunikan setiap piece yang handmade berhasil menyita perhatian para pecinta seni dan desain interior.

Strategi pemasarannya pun terbilang cerdas. Tomi rajin memamerkan proses kreatif dan hasil karyanya di Instagram melalui akun “Tiba-tiba ada yang kontak, seorang kolektor dari Prancis. Dia tertarik dan ingin memesan. Sejak saat itu, orderan dari luar negeri mulai berdatangan,” kenangnya dengan semangat.

Negara-negara seperti Prancis, Portugal, dan Belanda menjadi pasar setianya. Yang menarik, permintaan dari luar negeri seringkali lebih berani dan tidak terpaku pada bata ringan. Tomi juga memanfaatkan sisa-sisa kayu buangan untuk menciptakan karya mixed-media yang semakin unik.

Prestasi dan Proyek Spektakuler

Puncak pencapaiannya terjadi pada 2020, ketika ia mendapatkan pesanan yang sangat menantang dari Portugal. “Saya diminta membuat lima buah patung besar, masing-masing setinggi 2 meter. Harganya Rp 9 juta per buah,” ujar Tomi. Proses pengirimannya sendiri menjadi cerita tersendiri. “Kontainernya besar sekali, sampai susah masuk ke gang tempat workshop saya yang sempit. Tapi, akhirnya berhasil juga,” tambahnya sambil tersenyum.

Koleksi dan Harga yang Terjangkau Hingga Eksklusif

Bagi yang tertarik memiliki karya Tomi, ada banyak pilihan dengan rentang harga yang beragam. Untuk dekorasi ruangan ukuran kecil hingga sedang, seperti pot mini, relief dinding, atau lampu hias kecil, harganya dimulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Harga akan semakin tinggi seiring dengan kompleksitas desain, tingkat kesulitan pengerjaan, dan tentunya, ukuran karya. Karya custom dan berukuran besar bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah, mencerminkan nilai seni dan effort yang dicurahkan.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Tomi Adi Winarko adalah bukti nyata bahwa passion, kolaborasi dengan skill akademis, dan kegigihan dalam berinovasi dapat melahirkan peluang bisnis yang unik dan sustainable. Ia tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga membangun sebuah merek yang identik dengan kreativitas dan pemanfaatan bahan daur ulang. SMOT Project bukan sekadar galeri, melainkan simbol bahwa dari Kota Batu, lahir inovasi seni yang mampu go international dan menginspirasi banyak orang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.